Blog ini sebagai tempat aku menuangkan ide dan pikiranku.semoga bermanfaat.dan aku kini bergabung di blogger perempuan.
Kamis, 02 Juli 2020
MUDIK DISAAT PANDEMI COVID-19 | SUDAH MULAI TRANSISI/NEW NORMAL
Sabtu, 13 Juni 2020
TENTANG PERJALANAN HIDUP
TENTANG
PERJALANAN HIDUP
Aku
ini bukan siapa-siapa, bukan orang yang ahli ilmu, bukan orang yang paham agama
secara menyeluruh dan bukan juga wanita sholihah seperti yang diidamkan para
kaum adam, sebagaimana sayiidina aisyah atau khadijah. Tapi, bukan berarti aku
tidak berhak berbagi pengalaman atau sekedar sharing.
Setiap
orang pasti punya pengalaman hidup masing-masing. Baik itu penuh dengan kebahagian,
terlahir kaya sejak lahir atau bahkan berlimpah kekayaan dan biasa hidup mewah
sejak bayi. Atau sebaliknya, hidup pas-pasan, biasa berjuang sejak kecil, sudah
biasa makan tanpa lauk atau makan biasa makan sehari satu kali. Bahkan, telur
satu dibagi untuk 7 bersaudara? ahh… hidup memang bervariasi!
Banyak
hal yang sejatinya orang lain tidak banyak tau tentang kehidupanku, mungkin
mereka hanya melihat ya aku seperti mereka hidup sederhana dan berkecukupan. Aku
sendiri juga bukan orang yang suka menceritakan apapun kepada orang lain,
bahkan teman dekatpun tidak tau seperti apa sebenarnya hidupku.
Mereka
juga tidak pernah bertanya tentang hal ini dan akupun tidak pernah cerita. Akan
tetapi, saat ini aku ingin mengenang semua yang kulalui ini dengan tulisan ini,
siapa tau bisa menambah orang yang membacanya lebih bersyukur kepada Allah.
Oke,
aku mulai bercerita dari apa yang ku ingat, semoga kamu yang sedang membaca
bisa belajar banyak hal tentang pengalaman hidupku ini. Saat SD, ya layaknya
anak seumuranku, aku main, belajar dan sekolah. Hanya saja yang berbeda, uang
jajanku dengan teman-teman seumuranku, mereka dulu pasti ada yang seribu, lima
ribu bahkan sampai sepuluh ribu. Sedangkan aku, hanya 300 rupiah atau 500 dan
seringnya sih, tidak bawa uang jajan karena orangtuaku tidak selalu ada uang
setiap harinya. Namanya anak-anak, pasti batin ” kok mereka enak ya bisa
jajan, sedangkan aku tidak”. Itu dulu yang kuingat, sedih sih, tapi
yasudahlah sekarang aku sudah melaluinya. Ada cerita lagi ketika SD yang sangat
membekas, ahh… jika mengingat itu perih rasannya, iya saking orangtuaku nggak
punya uang, teman seangkatanku jalan-jalan atau bahasanya piknik, aku
tidak bisa ikut karena lagi-lagi soal biaya. Menulis ini saja, mataku
berkaca-kaca betapa beratnya hidup
orangtuaku.
Memasuki
SMP, iya aku dulu sempat ingin SMP negeri karena nilaiku masuk. Tapi, kata
bapakku, aku akan dimasukkan pesantren. Image dulu, masuk pesantren itu buat
orang yang tidak berduit. Ya saat itu aku ikut aja apa kata bapak, belum paham
banyak hal saat itu. Tapi, yang membekas yak karena orangtuaku tidak ada uang
jadi aku dimasukkan pesantren. Cerita dipesantren yang paling membekas adalah,
aku tidak boleh ambil raport atau melihat nilai raport karena belum bayar SPP. Iya lagi-lagi soal biaya,
hidup dipesantren aku juga sangat jarang ditengok, bahkan dulu merasa dibuang
disana rasanya. Melihat teman-temanku, mereka ditengok tiap bulan, diberi uang
saku dan dibawakan banyak stock makanan. Sedangkan aku, tidak bahkan sering
menahan lapar waktu siang hari karena tidak bisa jajan. Iya, jadi dulu zamanku
dipesantren makan dua kali sehari jjadi, jika siang beli sendiri jika ada uang.
Jika tidak ya sudah nahan laper, atau kadang dikasih temen. Sedih ya, mengingat
semua itu nyesek rasanya.
Tapi
mulai masuk SMA/Aliyah di pesantren itu, entah karena aku bisa atau kebetulan
aku mulai piket di batas gerbang pesantren. Jadi ceritanya, dulu itu kalau
santri nggak pernah aneh-aneh dipiketkan diluar atau di batas-batas gerbang. Nah
dulu, karena aku dapat jatah piket di TK dalam jadi, setiap habis piket aku
dapat makan dan snack sisa-sisa guru yang tidak dimakan. Itu memorial banget,
seneng dapat makan begitu saja hhe Karena kadang nunggu makan sore pesantren
itu bisa habis magrb atau habis insya” dan kadang kalau telat antri tidak dapat
lauk. Jadi dapat makan atau jajan lebih awal itu rasanya bersyukur sekali.
Oke,
lanjut ya, memasuki kelas 2 Aliyah aku ditugaskan ngajar SD diluar pondok, jadi
dipengangin motor tua gitu, tapi masih bisa dipakai meski pagi-pagi aku harus
olahraga dulu “genjot” motor sampai berkeringat karena maklum motor tua. Hhe itu
memorial juga, karena tiap pagi pasti temen-temen banyak yang nitip jajan pasar
gitu dan dulu sempet ada temen nyeletuk “ kamu enak ya, tiap hari keluar
pesantren” ingat sekali aku, meski ya dalam hati iya enak meski uang
pas-pasan. Nah, semenjak ngajar di SD ini aku dapat uang dari SD dan ada anak
minta di les ngaji gitu jadi aku tiap bulan dapat uang tambahan lagi. Dulu aku
sudah izin boleh nggak nerima les gitu sama Pembina, dan dibolehin jadi itu
rezeki banget disaat aku nggak tentu dapat uang dari orang tua bisa dapat uang
dari ngajar SD dan les.
Panjang
ya ceritanya, udah bosen ya bacanya? Tapi
masih panjang nih ceritanya, karena aku ingin merangkum semuannya. Boleh skip
kok kalau udah bosen hhe next ya, ini juga kejadian memorial banget yang akan
ku abadikan disini. Jadi, waktu semester 2 kelas 2 Aliyah, aku kena usus buntu
dan harus di operasi. Dulu zaman itu, aku jadi kesehatan dalam struktur
organisasi pesantren. Eh, nggak tau juga aku mengeluh sakit perut, terus
berkelanjutan gitu. Dan dulu itu yang aku ingat, aku sebagai kesehatan di
pesantren aku kerjasama dengan kayak semacam pelayan dompet dhuafa tapi ada
dokternya gitu, nah singkat cerita, aku periksa disana dan hasilnya memang aku
kena usus buntu. Waktu itu, aku diizinkan pulang sama ibu pengasuh dan dijemput
sama bapak. Bapak jemput aku pakai becak gayuh saat itu, duhh…menangis aku
kalau ingat cerita ini. Kalian tau kan monument jogja kembali (monjali), nah di
jalan palagan itu tempat pelayan dompet dhuafa itu, bapak jemput aku pakai
becak dari situ sampai bambang lipuro kalian bisa bayangin kan betapa jauhnya
jarak yang harus ditempuh, ku lihat air keringat mengucur terus diwajah hingga
kaos yang dipakai basah kuyup. Sedih banget rasanya…aku menulis ini dari tadi
berlinang air mata, betapa berat dan kerasnya hidup orangtuaku. Hixs..hixs…
Aku
sadar betul, saat itu temen-temen pesantren sudah banyaklah, yang orang tua
mereka punya kendaraan motor. Kalau mobil sih, seingatku belum ada yang punya
temen seangkatan, eh ada deng satu temen anak ustd dan punya percetakan majalah
gitu. Oke lanjut, kecerita tadi, singkat cerita aku di operasi di PKU Bantul. Dengan
pertolongan Allah, aku dioperasi lebih cepat karena ternyata dokter yang di
dompet dhuafa itu tetanggaku di rumah, dan ada kenalan dokter di RS itu jadilah
aku dapat jadwal cepat dan biaya sisanya dibayarin dokter itu. Lagi-lagi jika
pertolongan Allah itu datang memang tidak disangka-sangka. Masya ALLAH!
Oke
kita percepat aja ya, gimana aku yang anak seorang pembecak, yang uang aja nggak
tentu dapat dalam sehari bisa masuk kuliah dan sekarang alhmdulillah sudah
lulus. Cerita dibalik ini banyak sekali, dan pernah diremehin tetangga “ apa
mau kuliah,? Buat makan aja susah?”. Iya semua akan membekas dalam hatiku. Masuk
kuliah, yang kulalui juga tidak asal masuk dan langsung kuliah. Tidak! Tapi disaat
awal masuk aja aku udah di uji, iya lagi-lagi karena aku belum bayar uang masuk
awal sebesar 3 juta sekian saat itu, jadi aku belum dapat KTM (kartu tanda
mahasiswa). Iya karena bapak lewat beasiswa LSM jadi aku dapat KTM terakhir
setelah uang dari sana cair. Sebenarynya ini nggak begitu berat, hanya saja no
absenku selalu tidak ada di daftar jadi ya malu gitulah.
Oh iya,
jadi teman-teman, sebelum aku di terima di kampus, aku daftar kerja jadi Pembina
pesantren gitu dan alhmdulillah aku lolos. Jadi mulai ospek aku udah tinggal di
pesantren itu, iya jadi aku nggak mikirin lagi uang kosan dan uang hidup hhe karena dapat makan juga disana dan
dapat gaji yang insya allah cukuplah. Dari sini, sih alhmdulillah aku sudah
tidak ada drama kesusahan dalam ekonomi. Karena berjalannya waktu saat kuliah,
aku bisa ngajuin besiswa tambahan dari kampus, waktu itu pernah dapat beasiswa
tak diduga dari Bank BRI. Ini juga memorial banget, jadi saat itu ada beasiswa
dikpora nah aku ngajuin tuh ke rektorat, tapi ternyata sudah deadlinenya. Nah pas ngobrol sama ibu bagian rektorat itu, aku
dikasih tau ini ada mbak beasiswa dari BRI tapi masih nunggu kabar dari seorang
mahasiswa gitu, singkat cerita aku dikasih kontak ibu itu kata beliau “nanti
kalau nggak da kabar, aku kasih kabar sampean buat lengkapin syaratnya ya”.
“ wah,, siap bu! “ akupun balek ke kampus karena ada jam kuliah, tepat jam 4
ibu itu miscol dan sms kasih kabar. Hhe namanya rezeki ya akhirnya bulan
depannya beasiswa itu cair dengan syarat yang sudah ku penuhi.
Ya begitulah
rezeki teman-teman, terkadang kita berfikir bahwa seakan tidak mungkin tapi
setelah dijalani tidak sesulit yang kita bayangkan.
Btw,
meski bapakku hanya seorang pembecak, dan ibukku IRT mereka tidak pernah
mengajariku makan yang tidak hahal, atau minjam duit tapi bukan kepepet atau
istilahnya udah mau mati. Aku si sampai saat ini yakin, apa yang kuperoleh
beserta keberkahan-keberkahan yang ada, berkat doa dan ajaran mereka. “Asal kita
mau usaha insya allah ada jalan “. Itulah pesan alm bapakkku.
Aku
sangat mengaggumi sosok beliau, pemikirannya selalu luas, berwibawa dan jarang
sekali marah jika bukan aku yang keterllaluan. Beliau, juga sosok yang
bertanggung jawab. Love you pak! Aku rindu.
Jakarta,
14 juni 2020
Mau
sharing boleh?
Umikultsum25@gmail.com
Jumat, 12 Juni 2020
TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN! PART 2!
TENTANG
JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN! PART 2!
Hai
teman-teman balek lagi kita di part 2 ini, gimana udah tambah siap menikah? Atau
tambah galau nih gara-gara baca tulisanku di part 1 kemaren? Hemm…janganlah
galau-galau lagi. Aku sekedar share aja si tentang apa yang kualami. Kalau kalian
Tanya “ mbaknya nyesel menikah?” jawabnku nggak juga si, Cuma kayak
lebih sayang sama waktu yang telah lalu. Masa di mana aku tidak belajar lebih
banyak, masa di mana aku tidak lebih berfikir dewasa dan hanya menikmati masa
muda tanpa diimbangi persiapan dimasa tua.
Ahh..
kenapa ya kita tuh selalu mengandai-andai? Baiklah, mari kita ambil hikmah lagi
aja ya. Atau balek lagi ke minset sebelum menikah buat kaum laki-laki yang
mungkin mengalami hal sama, ingin menikah tapi belum ketemu jodohnya, atau
sudah ada pasangan tapi belum siap mental untuk berkeluarga? “kira-kira
ketika nanti jadi kepala keluarga bisa nggak ya sabar ngadepin isteri? Bisa nggak
ya lebih legowo atau menahan emosi karena harus selalu berhadapan dengan dua
kepala?” hal yang kadang terlupakan untuk dipikirkan, karena sudah terlanjur
cinta. Atau menikah karena ingin menunjukkan saja sama teman-teman bahwa dia
tidak jomblo lagi, padahal sejatinya keluarga itulah ujian terberat yang akan
dia lalui. Tidak mudah loh menjadi kepala keluarga itu, belum lagi ada hal
tertentu yang harus mengalah pada isteri atau lebih mendengarkan apa kata ibu
sendiri dari isteri sendiri? Sungguh, terkadang pilihan yang sulit. Itulah kenyataan
hidup yang pasti akan dijalani.
Yang
jelas teman-teman, sebuah pilihan itu tidak ada yang mudah. Termasuk aku
pribadi, dalam bayanganku. Setelah menikah aku bisa melanjutkan S2 dengan mudah
dan cepat seperti waktu kuliah S1. Tapi lagi-lagi banyak sekali ujian yang
harus kujalani, mulai disaat aku kerepotan mengurus anak pertama yang aku
sendiri tidak mungkin menitipkan bayi untuk pergi kuliah. Dalam benak selalu bertanya
“masak iya aku titipkan bayiku pada orang lain, sedangkan aku kuliah setiap
hari?” rasanya hal ini tidak adil untuk dia. Oke, setelah itu aku merenung
setiap hari, sambil menangis! Ya setelah diskusi dengan suami, tetap saja
jawaban atau alternatif terbaik lagi-lagi belum ada dan aku harus mengalah
hingga nunggu si dedek 2 tahun ini, “ ya lumayan, setidaknya dia sudah cukup
mandiri, tanpa ASI”. Apakah berhasil?
Kenyataan
yang terjadi “belum tercapai” ditahun anak pertamaku menginjak usia 2 tahun. Aku
hamil anak ke 2. “Rasanyanya seperti jatoh ketiban durian runtuh!”.jujur
berat inipun kujalani. Diawal tahu tentang kehamilaninipun, berat sekali hati
untuk menerima, hal yang samapun dirasakan suami. Oke, setelah bermelow-melow
ria akupun bangkit dan menyemangati diri “bahwa aku saat ini ada bukan hanya
untuk diriku, melainkan ada anak, suami dan anak lagi yang kuperhatikan”. Dari
situ egoku untuk terus menyesali berlarutpun menjadi lebih luwes dan legowo. “
yasudah kita jalani dulu, dengan harapan semoga ini yang terbaik.”
Dari ceritaku ini, kuharap teman-teman lebih matang lagi ketika sudah siap menikah dan mencari jodoh. Jodoh itu sebenarnya, akan datang sendiri jika waktunya suda pas, ya tentu kita imbangi dengan usaha ya teman-teman. Bisa lihat juga di youtube aku tentang jodoh ya teman-teman: https://youtu.be/UTUAsmRxY9U
Aku
sering mengatakan sama teman-temanku “ bahwa jika saat ini kamu sedang
kuliah atau sedang berbisnis fokuslah dulu, targetin kapan kuliah kelar atau
kapan bisnismu itu sukses atau bahkan kapan karirmu itu bagus. Setelah itu jika
sudah siap, carilah pasangan hidup yang cocok denganmu”. Bukan mencampur adukkan
satu hal dengan hal lain,karena pasti akan buyar.
Oke
teman-teman untuk sesi ini aku akhiri ya teman-teman, banyak hal yang terkadang
kita tidak tahu dan terjadi begitu saja. Tetap semangat untuk kalian semua. Tetap
berfikir positif dan terus melangkah maju, ojo kasih kendor!.
Tanya-tanya
boleh email:
TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!
TENTANG
JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!
Bicara
soal jodoh, banyak sekali dari teman-teman bertanya soal ini. Entah lagi galau
karena belum ketemu jodohnya, entah yang takut mengungkapkan perasaan kepada
seseorang yang disukai, dan entah yang takut tentang pasangan yang tidak sesuai
dengan keinginan padahal sudah ada di depan mata. Kalau kamu tim mana
teman-teman?
Jangan
bilang dulu “ah mentang-mentang kamu sudah nikah!”. Jujur aja,
teman-teman kalau bahas tentang jodoh ini, tidak seindah pula yang kalian
bayangkan. Tapi memang, kalau soal galau-galau aku alhamdulillah tidak sampai
yang eksrem gitu. Eitss.. tapi aku juga nggak bilang kalian galau-galau eksrem
loh ya! Ini hanya pikiran aku karena kadang ada juga yang begitu kan? Udah deh
jangan terlalu baper! Eh iya nggak si? Kadang ada yang kasih perhatian dikit
baper, lihat teman-teman yang udah pada nikah baper habiss! Ditambah lagi liat
teman-teman seangkatan yang udah bawa anak saat reuni tambah baper duh!
Belajar
dari pengalaman pribadi, yang bisa aku sharing ke temen-temen “ bahwa
nikah itu harus siap mental lahir dan batin serta secara financial. Jangan katakan
dulu “ kapan aku nikahnya kalau nunggu kaya?”. Gimana kalau
minset seperti itu kita ubah “ kira-kira kalau aku jadi isteri bisa nggak ya
menerima segala kekurangan suamiku nanti. Termasuk, uang belanja, uang jajan bulanan
atau uang kebutuhan sehari-hari, kira-kira aku bakal ngeluh nggak ya? Coba
tanyakan pada hatimu”. Belum lagi soal adaptasi, sama mertua gimana?
Kira-kira bisa nggak ya akur-akur ketika tinggal bersama dan memendam rasa
cemburu ke mertua sendiri?. Aku bukan nakut-nakutin kalian untuk menikah loh
ya, tapi ternyata hal ini penting.
Sekarang
gini, mending kalian belajar dulu tentang pengetahuan begini atau menyelam
sambil belajar (tentu ini lebih berat, bawa perasaan sambil belajar, kalau bisa
diibaratkan lagi sedih-sedihnya, lagi nangis sesegukan disuruh mikir
matematika. Berat nggak tuh?jawab sendiri.) Ini balek lagi ke pilihan kalian. Tapi
kalau aku pribadi, waktu kembali terulang pasti aku berfikir ulang dulu sebelum
menikah. Tapi ya beginilah takdir, nah soal takdir ini iya kalau kita bisa “legowo”
insya allah pasti akan lebih luwes atine tapi kalau kalian belum atau
nggak bisa legowo ya adanya galau-galau kalian sebelum nikah akan tambah galau
lagi setelah menikah.
Berat
ya pembahasannnya? Hhe iya begitulah jika sudah menikah karena yang kita
pikirkan bukan hanya sendiri seperti masa jomblo. Tapi antara keinginan dan
kebutuhan yang ada itu harus mementingkan kebutuhan, menjaga hati pasangan,
memikirkan pemenuhan gizi anak. Dan tentu kalau kalian tinggal bersama keluarga
besar suami, harus lebih legowo lagi.
Oke
teman-teman kita lanjut next episode ya…intinya apa yang ku tulis ini buat
bayangan aja dan biar kita lebih berfikir kedepan. Dan apa yang kurasakan dulu
harapannya, tidak kalian rasakan gitu aja si hhe. Bersambung…
Tanya-tanya
boleh email:
Umikultsum25@gmail.con
KERING TEMPE ENAK

- Teman-teman semua aku share cara membuat kering tempe enak ini ya, oh iya btw ini kering tempe bisa sampai satu pekan loh, asal masaknya keringnya pas dan mateng total termasuk bumbu-bumbu tumisnya. okay, selamat mencoba!
- 1. tempe (boleh tempe bungkus daun atau tempe bungkus plastik) aku pakai tempe bungkus daun utuh ya teman-teman.
- 2. bawang merah 3 siung.
- 3. bawang puting 3 siung
- 4. bawang bombay setengh biji.
- 5. daun salam 2 helai, daun sereh 1 helai, daun jeruk diiris tipis-tipis 2 helai.
- 6. merica 2 biji
- 7. lada bubuk secukupnya.
- 8. kecap bangau secukupnya
- 9. cabai merah 7 biji
- 10 cabai rawit merah 3 biji atau sesuai selera pedas masing-masing.
- 11. minyak goreng secukupnya, jangan terlalu banyak.
- 12. tomat. optional
- 13. jahe, lengkuas. ini digeprek aja.
- CARA MEMBUAT:
- 1.Goreng tempe sampai kering.
- 2. tumbuk atau blender semua bumbu kecuali, cabai merah dan bahan no 5, no 13. (digeprek aja)
- 3. tumis bumbu yang ditumbuk/diblender hingga harum dan masukkan bumbu geprek lainnya. jangan lupa tambahkan garam dan penyedam rasa jika kalian suka. bisa royco atau masako.
- 4.jika sudah dirasa cukup bumbu tumisnya masukkan tempe yang sudah digoreng dan kecap secukupnya.
- 5. siap dihidangkan. agar awet taroh tempat tertutup teman-teman.
Kamis, 11 Juni 2020
SAAT KITA BERADA PADA TITIK TERENDAH
aku tau semua ini pasti tidaklah mudah, perkara hidup yang kita jalani berbeda-beda. sehinggapun kita tidak sepantasnya menghakimi urusan orang lain. terkadang, kita ketika melihat hanya postingan atau status sosial media dia lantas kita merasa paling baik, atau sampai terbesit dalam hati menjelekannya. emang sudah seberapa baik dirimu menghakimi orang lain? yakin setiap amal ibadahmu di terima disisi Allah??? atau itu hanya kesombongan semata yang hadir menyelimutimu? coba renungkan!
intinya balek lagi, bahwa titik terendah yang pernah kita alami alangkah baiknya kita renungkan, dan hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, minta petunjuknya dan bersimpuhlah mohon agar diberi istiqomah pada jalan yang benar. bersambung...
Selasa, 10 Maret 2020
Waspada ketika hujan DBD (Demam Berdarah Dengue) akan menyerang!
Kamis, 20 Februari 2020
Management waktu agar berkualitas
Entri yang Diunggulkan
MENJAGA KEWARASAN DIRI BERSAMA SEHATQU
Musim pandemi covid-19 di Indonesia kini sudah menginjak usia tahun ke 3. Pandemi covid-19 sebagaimana kita tahu bahwa asal munculnya dari ...
-
Teman-teman semua aku share cara membuat kering tempe enak ini ya, oh iya btw ini kering tempe bisa sampai satu pekan loh, asal masaknya ker...
-
setiap manusia pasti akan merasakan di saat dia lengah, tidak semangat dan bahkan sampai tidak memiliki semnagat dalam hidup. hal ini wajar,...
-
Tunas daun pisang atau kacang tanah atau bambu sungguh indah kala usia mereka masih belia, indah dipandang, sejuk dimata, ranum baunnya, d...


