Kamis, 02 Juli 2020

MUDIK DISAAT PANDEMI COVID-19 | SUDAH MULAI TRANSISI/NEW NORMAL

Mudik atau pulang kampung juli 2020 kali ini sangat- sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Iya karena adanya corona/covid-19 semua jadi tertunda dan kamipun meng-cancel semua tiket yang sudah kami beli untuk lebaran kemaren, alhasil kami lebaran di jakarta lihat di sini 

Sabtu, 13 Juni 2020

TENTANG PERJALANAN HIDUP



TENTANG PERJALANAN HIDUP

Aku ini bukan siapa-siapa, bukan orang yang ahli ilmu, bukan orang yang paham agama secara menyeluruh dan bukan juga wanita sholihah seperti yang diidamkan para kaum adam, sebagaimana sayiidina aisyah atau khadijah. Tapi, bukan berarti aku tidak berhak berbagi pengalaman atau sekedar sharing.

Setiap orang pasti punya pengalaman hidup masing-masing. Baik itu penuh dengan kebahagian, terlahir kaya sejak lahir atau bahkan berlimpah kekayaan dan biasa hidup mewah sejak bayi. Atau sebaliknya, hidup pas-pasan, biasa berjuang sejak kecil, sudah biasa makan tanpa lauk atau makan biasa makan sehari satu kali. Bahkan, telur satu dibagi untuk 7 bersaudara? ahh… hidup memang bervariasi!

Banyak hal yang sejatinya orang lain tidak banyak tau tentang kehidupanku, mungkin mereka hanya melihat ya aku seperti mereka hidup sederhana dan berkecukupan. Aku sendiri juga bukan orang yang suka menceritakan apapun kepada orang lain, bahkan teman dekatpun tidak tau seperti apa sebenarnya hidupku.

Mereka juga tidak pernah bertanya tentang hal ini dan akupun tidak pernah cerita. Akan tetapi, saat ini aku ingin mengenang semua yang kulalui ini dengan tulisan ini, siapa tau bisa menambah orang yang membacanya lebih bersyukur kepada Allah.

Oke, aku mulai bercerita dari apa yang ku ingat, semoga kamu yang sedang membaca bisa belajar banyak hal tentang pengalaman hidupku ini. Saat SD, ya layaknya anak seumuranku, aku main, belajar dan sekolah. Hanya saja yang berbeda, uang jajanku dengan teman-teman seumuranku, mereka dulu pasti ada yang seribu, lima ribu bahkan sampai sepuluh ribu. Sedangkan aku, hanya 300 rupiah atau 500 dan seringnya sih, tidak bawa uang jajan karena orangtuaku tidak selalu ada uang setiap harinya. Namanya anak-anak, pasti batin ” kok mereka enak ya bisa jajan, sedangkan aku tidak”. Itu dulu yang kuingat, sedih sih, tapi yasudahlah sekarang aku sudah melaluinya. Ada cerita lagi ketika SD yang sangat membekas, ahh… jika mengingat itu perih rasannya, iya saking orangtuaku nggak punya uang, teman seangkatanku jalan-jalan atau bahasanya piknik, aku tidak bisa ikut karena lagi-lagi soal biaya. Menulis ini saja, mataku berkaca-kaca betapa beratnya  hidup orangtuaku.

Memasuki SMP, iya aku dulu sempat ingin SMP negeri karena nilaiku masuk. Tapi, kata bapakku, aku akan dimasukkan pesantren. Image dulu, masuk pesantren itu buat orang yang tidak berduit. Ya saat itu aku ikut aja apa kata bapak, belum paham banyak hal saat itu. Tapi, yang membekas yak karena orangtuaku tidak ada uang jadi aku dimasukkan pesantren. Cerita dipesantren yang paling membekas adalah, aku tidak boleh ambil raport atau melihat nilai raport karena belum bayar SPP. Iya lagi-lagi soal biaya, hidup dipesantren aku juga sangat jarang ditengok, bahkan dulu merasa dibuang disana rasanya. Melihat teman-temanku, mereka ditengok tiap bulan, diberi uang saku dan dibawakan banyak stock makanan. Sedangkan aku, tidak bahkan sering menahan lapar waktu siang hari karena tidak bisa jajan. Iya, jadi dulu zamanku dipesantren makan dua kali sehari jjadi, jika siang beli sendiri jika ada uang. Jika tidak ya sudah nahan laper, atau kadang dikasih temen. Sedih ya, mengingat semua itu nyesek rasanya.

Tapi mulai masuk SMA/Aliyah di pesantren itu, entah karena aku bisa atau kebetulan aku mulai piket di batas gerbang pesantren. Jadi ceritanya, dulu itu kalau santri nggak pernah aneh-aneh dipiketkan diluar atau di batas-batas gerbang. Nah dulu, karena aku dapat jatah piket di TK dalam jadi, setiap habis piket aku dapat makan dan snack sisa-sisa guru yang tidak dimakan. Itu memorial banget, seneng dapat makan begitu saja hhe Karena kadang nunggu makan sore pesantren itu bisa habis magrb atau habis insya” dan kadang kalau telat antri tidak dapat lauk. Jadi dapat makan atau jajan lebih awal itu rasanya bersyukur sekali.

Oke, lanjut ya, memasuki kelas 2 Aliyah aku ditugaskan ngajar SD diluar pondok, jadi dipengangin motor tua gitu, tapi masih bisa dipakai meski pagi-pagi aku harus olahraga dulu “genjot” motor sampai berkeringat karena maklum motor tua. Hhe itu memorial juga, karena tiap pagi pasti temen-temen banyak yang nitip jajan pasar gitu dan dulu sempet ada temen nyeletuk “ kamu enak ya, tiap hari keluar pesantren” ingat sekali aku, meski ya dalam hati iya enak meski uang pas-pasan. Nah, semenjak ngajar di SD ini aku dapat uang dari SD dan ada anak minta di les ngaji gitu jadi aku tiap bulan dapat uang tambahan lagi. Dulu aku sudah izin boleh nggak nerima les gitu sama Pembina, dan dibolehin jadi itu rezeki banget disaat aku nggak tentu dapat uang dari orang tua bisa dapat uang dari ngajar SD dan les.

Panjang ya ceritanya, udah bosen ya bacanya?  Tapi masih panjang nih ceritanya, karena aku ingin merangkum semuannya. Boleh skip kok kalau udah bosen hhe next ya, ini juga kejadian memorial banget yang akan ku abadikan disini. Jadi, waktu semester 2 kelas 2 Aliyah, aku kena usus buntu dan harus di operasi. Dulu zaman itu, aku jadi kesehatan dalam struktur organisasi pesantren. Eh, nggak tau juga aku mengeluh sakit perut, terus berkelanjutan gitu. Dan dulu itu yang aku ingat, aku sebagai kesehatan di pesantren aku kerjasama dengan kayak semacam pelayan dompet dhuafa tapi ada dokternya gitu, nah singkat cerita, aku periksa disana dan hasilnya memang aku kena usus buntu. Waktu itu, aku diizinkan pulang sama ibu pengasuh dan dijemput sama bapak. Bapak jemput aku pakai becak gayuh saat itu, duhh…menangis aku kalau ingat cerita ini. Kalian tau kan monument jogja kembali (monjali), nah di jalan palagan itu tempat pelayan dompet dhuafa itu, bapak jemput aku pakai becak dari situ sampai bambang lipuro kalian bisa bayangin kan betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh, ku lihat air keringat mengucur terus diwajah hingga kaos yang dipakai basah kuyup. Sedih banget rasanya…aku menulis ini dari tadi berlinang air mata, betapa berat dan kerasnya hidup orangtuaku. Hixs..hixs…

Aku sadar betul, saat itu temen-temen pesantren sudah banyaklah, yang orang tua mereka punya kendaraan motor. Kalau mobil sih, seingatku belum ada yang punya temen seangkatan, eh ada deng satu temen anak ustd dan punya percetakan majalah gitu. Oke lanjut, kecerita tadi, singkat cerita aku di operasi di PKU Bantul. Dengan pertolongan Allah, aku dioperasi lebih cepat karena ternyata dokter yang di dompet dhuafa itu tetanggaku di rumah, dan ada kenalan dokter di RS itu jadilah aku dapat jadwal cepat dan biaya sisanya dibayarin dokter itu. Lagi-lagi jika pertolongan Allah itu datang memang tidak disangka-sangka. Masya ALLAH!

Oke kita percepat aja ya, gimana aku yang anak seorang pembecak, yang uang aja nggak tentu dapat dalam sehari bisa masuk kuliah dan sekarang alhmdulillah sudah lulus. Cerita dibalik ini banyak sekali, dan pernah diremehin tetangga “ apa mau kuliah,? Buat makan aja susah?”. Iya semua akan membekas dalam hatiku. Masuk kuliah, yang kulalui juga tidak asal masuk dan langsung kuliah. Tidak! Tapi disaat awal masuk aja aku udah di uji, iya lagi-lagi karena aku belum bayar uang masuk awal sebesar 3 juta sekian saat itu, jadi aku belum dapat KTM (kartu tanda mahasiswa). Iya karena bapak lewat beasiswa LSM jadi aku dapat KTM terakhir setelah uang dari sana cair. Sebenarynya ini nggak begitu berat, hanya saja no absenku selalu tidak ada di daftar jadi ya malu gitulah.

Oh iya, jadi teman-teman, sebelum aku di terima di kampus, aku daftar kerja jadi Pembina pesantren gitu dan alhmdulillah aku lolos. Jadi mulai ospek aku udah tinggal di pesantren itu, iya jadi aku nggak mikirin lagi uang kosan dan uang  hidup hhe karena dapat makan juga disana dan dapat gaji yang insya allah cukuplah. Dari sini, sih alhmdulillah aku sudah tidak ada drama kesusahan dalam ekonomi. Karena berjalannya waktu saat kuliah, aku bisa ngajuin besiswa tambahan dari kampus, waktu itu pernah dapat beasiswa tak diduga dari Bank BRI. Ini juga memorial banget, jadi saat itu ada beasiswa dikpora nah aku ngajuin tuh ke rektorat, tapi ternyata sudah deadlinenya. Nah pas  ngobrol sama ibu bagian rektorat itu, aku dikasih tau ini ada mbak beasiswa dari BRI tapi masih nunggu kabar dari seorang mahasiswa gitu, singkat cerita aku dikasih kontak ibu itu kata beliau “nanti kalau nggak da kabar, aku kasih kabar sampean buat lengkapin syaratnya ya”. “ wah,, siap bu! “ akupun balek ke kampus karena ada jam kuliah, tepat jam 4 ibu itu miscol dan sms kasih kabar. Hhe namanya rezeki ya akhirnya bulan depannya beasiswa itu cair dengan syarat yang sudah ku penuhi.

Ya begitulah rezeki teman-teman, terkadang kita berfikir bahwa seakan tidak mungkin tapi setelah dijalani tidak sesulit yang kita bayangkan.

Btw, meski bapakku hanya seorang pembecak, dan ibukku IRT mereka tidak pernah mengajariku makan yang tidak hahal, atau minjam duit tapi bukan kepepet atau istilahnya udah mau mati. Aku si sampai saat ini yakin, apa yang kuperoleh beserta keberkahan-keberkahan yang ada, berkat doa dan ajaran mereka. “Asal kita mau usaha insya allah ada jalan “. Itulah pesan alm bapakkku.

Aku sangat mengaggumi sosok beliau, pemikirannya selalu luas, berwibawa dan jarang sekali marah jika bukan aku yang keterllaluan. Beliau, juga sosok yang bertanggung jawab. Love you pak! Aku rindu.

 

 

Jakarta, 14 juni 2020

Mau sharing boleh?

Umikultsum25@gmail.com


Jumat, 12 Juni 2020

TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN! PART 2!

TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN! PART 2!

Hai teman-teman balek lagi kita di part 2 ini, gimana udah tambah siap menikah? Atau tambah galau nih gara-gara baca tulisanku di part 1 kemaren? Hemm…janganlah galau-galau lagi. Aku sekedar share aja si tentang apa yang kualami. Kalau kalian Tanya “ mbaknya nyesel menikah?” jawabnku nggak juga si, Cuma kayak lebih sayang sama waktu yang telah lalu. Masa di mana aku tidak belajar lebih banyak, masa di mana aku tidak lebih berfikir dewasa dan hanya menikmati masa muda tanpa diimbangi persiapan dimasa tua.

Ahh.. kenapa ya kita tuh selalu mengandai-andai? Baiklah, mari kita ambil hikmah lagi aja ya. Atau balek lagi ke minset sebelum menikah buat kaum laki-laki yang mungkin mengalami hal sama, ingin menikah tapi belum ketemu jodohnya, atau sudah ada pasangan tapi belum siap mental untuk berkeluarga? “kira-kira ketika nanti jadi kepala keluarga bisa nggak ya sabar ngadepin isteri? Bisa nggak ya lebih legowo atau menahan emosi karena harus selalu berhadapan dengan dua kepala?” hal yang kadang terlupakan untuk dipikirkan, karena sudah terlanjur cinta. Atau menikah karena ingin menunjukkan saja sama teman-teman bahwa dia tidak jomblo lagi, padahal sejatinya keluarga itulah ujian terberat yang akan dia lalui. Tidak mudah loh menjadi kepala keluarga itu, belum lagi ada hal tertentu yang harus mengalah pada isteri atau lebih mendengarkan apa kata ibu sendiri dari isteri sendiri? Sungguh, terkadang pilihan yang sulit. Itulah kenyataan hidup yang pasti akan dijalani.

Yang jelas teman-teman, sebuah pilihan itu tidak ada yang mudah. Termasuk aku pribadi, dalam bayanganku. Setelah menikah aku bisa melanjutkan S2 dengan mudah dan cepat seperti waktu kuliah S1. Tapi lagi-lagi banyak sekali ujian yang harus kujalani, mulai disaat aku kerepotan mengurus anak pertama yang aku sendiri tidak mungkin menitipkan bayi untuk pergi kuliah. Dalam benak selalu bertanya “masak iya aku titipkan bayiku pada orang lain, sedangkan aku kuliah setiap hari?” rasanya hal ini tidak adil untuk dia. Oke, setelah itu aku merenung setiap hari, sambil menangis! Ya setelah diskusi dengan suami, tetap saja jawaban atau alternatif terbaik lagi-lagi belum ada dan aku harus mengalah hingga nunggu si dedek 2 tahun ini, “ ya lumayan, setidaknya dia sudah cukup mandiri, tanpa ASI”. Apakah berhasil?

Kenyataan yang terjadi “belum tercapai” ditahun anak pertamaku menginjak usia 2 tahun. Aku hamil anak ke 2. “Rasanyanya seperti jatoh ketiban durian runtuh!”.jujur berat inipun kujalani. Diawal tahu tentang kehamilaninipun, berat sekali hati untuk menerima, hal yang samapun dirasakan suami. Oke, setelah bermelow-melow ria akupun bangkit dan menyemangati diri “bahwa aku saat ini ada bukan hanya untuk diriku, melainkan ada anak, suami dan anak lagi yang kuperhatikan”. Dari situ egoku untuk terus menyesali berlarutpun menjadi lebih luwes dan legowo. “ yasudah kita jalani dulu, dengan harapan semoga ini yang terbaik.”

Dari ceritaku ini, kuharap teman-teman lebih matang lagi ketika sudah siap menikah dan mencari jodoh. Jodoh itu sebenarnya, akan datang sendiri jika waktunya suda pas, ya tentu kita imbangi dengan usaha ya teman-teman. Bisa lihat juga di youtube aku tentang jodoh ya teman-teman: https://youtu.be/UTUAsmRxY9U

Aku sering mengatakan sama teman-temanku “ bahwa jika saat ini kamu sedang kuliah atau sedang berbisnis fokuslah dulu, targetin kapan kuliah kelar atau kapan bisnismu itu sukses atau bahkan kapan karirmu itu bagus. Setelah itu jika sudah siap, carilah pasangan hidup yang cocok denganmu”. Bukan mencampur adukkan satu hal dengan hal lain,karena pasti akan buyar.

Oke teman-teman untuk sesi ini aku akhiri ya teman-teman, banyak hal yang terkadang kita tidak tahu dan terjadi begitu saja. Tetap semangat untuk kalian semua. Tetap berfikir positif dan terus melangkah maju, ojo kasih kendor!.

 

Tanya-tanya boleh email:

Umikultsum25@gmail.com


TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!





TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!

Bicara soal jodoh, banyak sekali dari teman-teman bertanya soal ini. Entah lagi galau karena belum ketemu jodohnya, entah yang takut mengungkapkan perasaan kepada seseorang yang disukai, dan entah yang takut tentang pasangan yang tidak sesuai dengan keinginan padahal sudah ada di depan mata. Kalau kamu tim mana teman-teman?

Jangan bilang dulu ah mentang-mentang kamu sudah nikah!”. Jujur aja, teman-teman kalau bahas tentang jodoh ini, tidak seindah pula yang kalian bayangkan. Tapi memang, kalau soal galau-galau aku alhamdulillah tidak sampai yang eksrem gitu. Eitss.. tapi aku juga nggak bilang kalian galau-galau eksrem loh ya! Ini hanya pikiran aku karena kadang ada juga yang begitu kan? Udah deh jangan terlalu baper! Eh iya nggak si? Kadang ada yang kasih perhatian dikit baper, lihat teman-teman yang udah pada nikah baper habiss! Ditambah lagi liat teman-teman seangkatan yang udah bawa anak saat reuni tambah baper duh!

Belajar dari pengalaman pribadi, yang bisa aku sharing ke temen-temen bahwa nikah itu harus siap mental lahir dan batin serta secara financial. Jangan katakan dulu “ kapan aku nikahnya kalau nunggu kaya?”. Gimana kalau minset seperti itu kita ubah “ kira-kira kalau aku jadi isteri bisa nggak ya menerima segala kekurangan suamiku nanti. Termasuk, uang belanja, uang jajan bulanan atau uang kebutuhan sehari-hari, kira-kira aku bakal ngeluh nggak ya? Coba tanyakan pada hatimu”. Belum lagi soal adaptasi, sama mertua gimana? Kira-kira bisa nggak ya akur-akur ketika tinggal bersama dan memendam rasa cemburu ke mertua sendiri?. Aku bukan nakut-nakutin kalian untuk menikah loh ya, tapi ternyata hal ini penting.

Sekarang gini, mending kalian belajar dulu tentang pengetahuan begini atau menyelam sambil belajar (tentu ini lebih berat, bawa perasaan sambil belajar, kalau bisa diibaratkan lagi sedih-sedihnya, lagi nangis sesegukan disuruh mikir matematika. Berat nggak tuh?jawab sendiri.) Ini balek lagi ke pilihan kalian. Tapi kalau aku pribadi, waktu kembali terulang pasti aku berfikir ulang dulu sebelum menikah. Tapi ya beginilah takdir, nah soal takdir ini iya kalau kita bisa “legowo” insya allah pasti akan lebih luwes atine tapi kalau kalian belum atau nggak bisa legowo ya adanya galau-galau kalian sebelum nikah akan tambah galau lagi setelah menikah.

Berat ya pembahasannnya? Hhe iya begitulah jika sudah menikah karena yang kita pikirkan bukan hanya sendiri seperti masa jomblo. Tapi antara keinginan dan kebutuhan yang ada itu harus mementingkan kebutuhan, menjaga hati pasangan, memikirkan pemenuhan gizi anak. Dan tentu kalau kalian tinggal bersama keluarga besar suami, harus lebih legowo lagi.

Oke teman-teman kita lanjut next episode ya…intinya apa yang ku tulis ini buat bayangan aja dan biar kita lebih berfikir kedepan. Dan apa yang kurasakan dulu harapannya, tidak kalian rasakan gitu aja si hhe. Bersambung…

 

Tanya-tanya boleh email:

Umikultsum25@gmail.con



KERING TEMPE ENAK

  • Teman-teman semua aku share cara membuat kering tempe enak ini ya, oh iya btw ini kering tempe bisa sampai satu pekan loh, asal masaknya keringnya pas dan mateng total termasuk bumbu-bumbu tumisnya. okay, selamat mencoba!
Bahan-bahan:
    1. tempe (boleh tempe bungkus daun atau tempe bungkus plastik) aku pakai tempe bungkus daun utuh ya teman-teman.
    2. bawang merah 3 siung.
    3. bawang puting 3 siung
    4. bawang bombay setengh biji.
    5. daun salam 2 helai, daun sereh 1 helai, daun jeruk diiris tipis-tipis 2 helai.
    6. merica 2 biji
    7. lada bubuk secukupnya.
    8. kecap bangau secukupnya
    9. cabai merah 7 biji
    10 cabai rawit merah 3 biji atau sesuai selera pedas masing-masing.
    11. minyak goreng secukupnya, jangan terlalu banyak.
    12. tomat. optional
    13. jahe, lengkuas. ini digeprek aja.
    CARA MEMBUAT:
    1.Goreng tempe sampai kering.
    2. tumbuk atau blender semua bumbu kecuali, cabai merah dan bahan no 5, no 13. (digeprek aja)
    3. tumis bumbu yang ditumbuk/diblender hingga harum dan masukkan bumbu geprek lainnya. jangan lupa tambahkan garam dan penyedam rasa jika kalian suka. bisa royco atau masako.
    4.jika sudah dirasa cukup bumbu tumisnya masukkan tempe yang sudah digoreng dan kecap secukupnya.
    5. siap dihidangkan. agar awet taroh tempat tertutup teman-teman.

    foto: umi kultsum 2020

Kamis, 11 Juni 2020

SAAT KITA BERADA PADA TITIK TERENDAH

setiap manusia pasti akan merasakan di saat dia lengah, tidak semangat dan bahkan sampai tidak memiliki semnagat dalam hidup. hal ini wajar, karena kita hanyalah manusia biasa yang tidak luput akan salah dan dosa. sehingga pasti semua manusia pernah merasakannya. akan tetapi, hal yang berbeda adalah bagaimana kita menyikapi kondisi seperti ini. dan hal yang terpenting adalah jangan sampai nafsu kita lebih lama menguasai diri kita, karena hal inilah yang akan menyebabkan kita bersikap diluar nalar dan sampai melampaui batas.

aku tau semua ini pasti tidaklah mudah, perkara hidup yang kita jalani berbeda-beda. sehinggapun kita tidak sepantasnya menghakimi urusan orang lain. terkadang, kita ketika melihat hanya postingan atau status sosial media dia lantas kita merasa paling baik, atau sampai terbesit dalam hati menjelekannya. emang sudah seberapa baik dirimu menghakimi orang lain? yakin setiap amal ibadahmu di terima disisi Allah??? atau itu hanya kesombongan semata yang hadir menyelimutimu? coba renungkan!

intinya balek lagi, bahwa titik terendah yang pernah kita alami alangkah baiknya kita renungkan, dan hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, minta petunjuknya dan bersimpuhlah mohon agar diberi istiqomah pada jalan yang benar. bersambung...


umikultsum 11 juni 2020
(jakarta pusat)

Selasa, 10 Maret 2020

Waspada ketika hujan DBD (Demam Berdarah Dengue) akan menyerang!


Waspada ketika hujan DBD (Demam Berdarah Dengue) akan menyerang!

Oleh Umi kultsum

Akhir akhir ini hujan terus menyelimuti kota jakarta. Iya kota tempat di mana aku, suami dan anakku tinggal. Tingkat hujan kali ini memang memiliki curah hujan yang sangat tinggi, sampai sampai banyak daerah  jakarta yang banjir dan tentu saja mengakibatkan banyak genangan air di mana-mana.

Nah, genangan di mana-mana ini seringkali digunakan nyamuk untuk bersarang. Yang paling berbahaya ketika nyamuk aides aygepty mulai ikut bersarang. Nyamuk inilah yang menyebabkan  terkena DBD apabila penderita digigit oleh nyamuk tersebut. Maka dari itu, kita sebagai orangtua harus sudah  waspada dan juga menjaga lingkugan agar tetap bersih, termasuk tidak membiarkan genangan air dibiarkan menggenang begitu saja. Disisi lain, kita juga wajib menjaga kebersihan sampah, tidak membuat banyak gantungan baju dan menguras bak mandi sesering mungkin agar bak mandi senantiasa bersih.

kemudian, selain kita harus waspada dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih kita juga harus bisa mengenali gejala-gejala yang menyebabkan DBD ini menyerang anggota keluarga kita. Selain itu, hal yang paling penting kita tidak boleh panik, karena ketika panik pikiran kita tidak dapat berfikir jernih dan bis salah mengambil langkah.

Untuk itu, kita juga harus memiliki P3K keluarga dan yang terpenting adalah produk Termorex. Termorex bisa dijadikan obat andalan pertama jika anak sudah mulai panas sebagai tanda awal gejala ini. Oleh sebab itu, jangan lupa sedia setiap saat di P3K kalian di rumah ya mom's.

 Kemudian, dari yang saya baca di artikel ini https://panduanbunda.com/articles/index/waspada-inilah-gejala-demam-berdarah-dengue-dbd-pada-anak dapat diketahui gejala ringan dan gejala parah serta dijelaskan juga penanganan yang tepat. Dan  informasi ini menurut saya sangat bagus dan bermanfaat.So, buat mom’s semua bisa baca artikel tersebut untuk lebih lengkap tentang DBD ini.



 Sosial Media Panduan Bunda

Facebook   https://www.facebook.com/panduanbunda/
Website      https://www.panduanbunda.com
Twitter        https://twitter.com/panduanbunda

Kamis, 20 Februari 2020

Management waktu agar berkualitas


Membahas mengenai management waktu ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

1.      Kegiatan pribadi
Apa saja sih kegiatan kita? Disinilah baru kita dapat membagi-bagi waktu sesuai kegiatran kit, misalnya kamu seorang aktifis yang diluar jam kuliah tentu banyak kegiatan organisasi. Kuncinya tentukan kebutuhan perioritas tanpa mengesampingkan minorits.

2.      Kenali kemampuan diri
Nah dengan kapasitas yang kamu miliki kira-kira mampu gak ni dengan segudang kegiatan itu? Coba diatur ulang dan sesuaikan kapasitasdirimu.

3.      Jangan menunda !
Terkadang karena terlalu padat yang kita miliki kita bingung menghadapinya, justru kadang malah ditunda dengan sebab tertentu, alhasil kamu keteteran sendiri.

4.      Maksimalkan waktu yang ada
Sejatinya, kita akan semakin pandai menata waktu yang kita miliki ketika semakin sibuk, loh kenapa? Ya karena kita tidak akan “nyantai” ni ah bentar lagi, ah masih jam segini itu kalau waktu luang kita banyak jika waktu yang kita miliki sempit dijamin gak ada kata-kata tersebut muncul dari mulutmu, justru kadang kekurangn waktu tapi itu bisa dijadikan bahan evaluasi.

5.      Evaluasi diri tentang “management waktu”
Silahkan melakukan evaluasi setiap harinya mengenai management waktu yang telah kamu lakukan seharian, “kuncinya”tidak akan pernah sempurna seseorang jika tidak ada kesalahan, so “give your time become to quality, but time is gold and knife” and then be curefully.                                                                             


Entri yang Diunggulkan

MENJAGA KEWARASAN DIRI BERSAMA SEHATQU

 Musim pandemi covid-19 di Indonesia kini sudah menginjak usia tahun ke 3. Pandemi covid-19 sebagaimana kita tahu bahwa asal munculnya dari ...