MUDIK DISAAT PANDEMI COVID-19 | SUDAH MULAI TRANSISI/NEW NORMAL

Mudik atau pulang kampung juli 2020 kali ini sangat- sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Iya karena adanya corona/covid-19 semua jadi tertunda dan kamipun meng-cancel semua tiket yang sudah kami beli untuk lebaran kemaren, alhasil kami lebaran di jakarta lihat di sini 
Suasana kampung (bantul) halaman 2 juli 2020

Mudik yang harusnya bulan mei jadi bulan juni akhir, ya meski kami mudik tidak dalam situasi lebaran tapi semoga nanti bisa tetap silaturahim ke saudara-saudara. Nah di tulisanku kali ini aku akan lebih membahas kenapa aku mudik disaat masih transisi? Apa alasan kuatku? Dan pertimbangan akomodasi seperti apa yang telah ku lakukan? Simak ya!

1. Kenapa aku mudik disaat masih transisi atau baru saja new normal baru saja di mulai?
Begini teman-teman,

Pertama, memang dari sebelum lebaran keinginan kuat untuk mudik sangatlah tinggi. Sehingga waktu itupun persiapan tiket kereta sudah kami beli semua dengan total 5 tiket. Kok banyak sekali? Iya, karena saat itu aku ingin mudik 2 pekan sebelum lebaran sehingga minta dianter suami dan nanti 2 hari di jogja suami balek lagi ke jakarta. Dan tiket PP untuk H-3 lebaranpun sudah dibeli. Tapi kita manusia hanya bisa berencana, dan nyatanya semua harus ter-cancel.

Kedua, berani mudik karena memang kondisi jakarta sudah mulai new normal. Banyak pusat pembelanjaan dibuka kembali dan jalur-jalur perbatasan jabodetabekpun sudah tidak ditutup. Itu artinya sudah diperbolehkan, dan aku juga sudah mencari informasi ke teman-teman soal ini serta beberapa teman juga sudah muidk menjadi semakin yakin untuk mudik juga.

2. Alasan terkuat mudik?

Nah ini dia teman-teman, alasan terkuatku mudik adalah aku sedang mengandung anak ke-2ku. Kami tinggal di jakarta hanya bertiga, ada saudara tapi di bekasi tapi bukan saudara dekat. Nah, pengalaman anak pertama kemaren lahiran di jakarta yang hanya aku dan suami karena aku lahiran maju 2 pekan. Jadi, tiket ibukku yang tadinya untuk ke jakarta sepekan sebelum HPL jadi dimajukan setelah aku lahiran. Nah sekarang beda cerita, karena sudah ada anak pertama dan kami hanya bertiga maka memutuskan untuk lahiran di jogja. 

3. Pertimbangan akomodasi?

Sebelum ke akomodasi yang akhirnya kami pilih. Aku memastikan dulu untuk keluargaku di jogja apakah mereka berkenan jika aku mudik? Dàn aku tanyakan syarat apa saja? Setelah aku mendapat jawaban. Syaratnya:

a. Lapor RT/lurah

b.karantina mandiri 14 hari.

Setelah aku ngobrol via wa dan tlpn ke ibukku di jogja, mereka melaporkan tentang rencana mudikku dan diperbolehkan dengan syarat itu. Dan ibukku serta adek-adekku yang kebetulan liburan dijogja mereka juga mau ikut karantina akhirnya kamipun berani mudik. Ya kali kan, nggak laporan kita dari jakarta tiba-tiba pulang terus di usir kan kasihan hha
Oke, sekarang lanjut ke akomodasi.

Aku sudah cari-cari info tentang syarat mudik ternyata harus ada SIKM ( surat izin keluar masuk) dan bebas covid jika naik pesawat atau kereta. Syarat dapat SIKM pun harus upload-upload berkas online. Ini agak ribet bagiku, karena kondisi seperti inipun membatasi kami untuk keluar-keluar ke rt, kelurahan dan belum ngeprint dkk. Dan untuk mendapat bebas covid ada dua pilihan, tes PCR yang harganya per-orang sekitar 2 juta. Bagi kami ini mahal. Kedua, rapid test, setelah cari infopun ternyata perorang sekitar 400ribu. Bagi kami inipun mahal.

Oke, setelah itu aku dapat info bahwa surat kewaspadaan bisa minta di puskesmas untuk syarat SIKM seperti yang di share bidan di grub puskesmas. Maka aku berusaha ke puskesmas untuk mengurusnya. Ternyata, hanya untuk sekolah, kuliah dan kerja. Oke setelah itu kita pulang lagi.

Nah suamiku, coba memastikan ke stasiun apa saja syarat naik kereta. Ternyata benar, harus ada tes PCR atau rapid test. Dengan pertimbangan yang tadi soal biaya, kita mundur. 

 Tetapi, suami ketika distasiun ada agen travel yang ngajak ngobrol dari obrolan mereka ternyata kalau naik travel tidak ada syarat apapun. Aku kaget dong, loh maaf nih aku jadi menyimpulkan apakah ada bisnis dibalek semua ini? Setelah dapat kabar itu aku pikirkan matang-matang dengan rincian:

- Naik kereta, aku cek harga tiket murah 74ribu karena yang dibuka hanya satu gerbong, mungkin masih masa transisi. Aku tambahin, uang biaya rapid test 400ribu/orang×3 = 1,2 juta + 148ribu (uang tiket) total 1,348. Ditambah biaya kirim motor ke jogja (karena motor sudah mulai tidak bersahabat jadi harus ikut ke jogja mau dijual saja  500rb total 1,848. +(Ketemu banyak orang/keramain).

-Naik pesawat, aku sudah tidak mau hitung meski tiket ada yang 300rb. Hhe sudah ketebak kan ya 😅😀.+ (Ketemu banyak orang/ keramaian).

-Pilihan terakhir Travel. Satu orang kena 450rb. Setelah aku googling, aku dapat travel yang cukup oke. Dengan tawaran mobil luxio untuk 4 penumpang. Itu artinya orang luar hanya 2 orang karena aku dan suami sudah 2 tiket. Totalnya 450rb×2= 900rb + 500rb (kirim motor) total 1,4 jt. Dan plusnya di jemput dan dianter ke rumah, tanpa ketemu keramaian yang kupikir itu lebih rawan. Dan kalian tau, ternyata kami akhirnya dapat mobil haice hanya untuk 4 penumpang. Ya allah itu kami bersyukur sekali mobil luas kapasitas 14 orang hanya untuk 4 orang.itu luar biasa Masya Allah! 
Begitulah cerita dibalek mudik kali ini teman-teman, cukup hetic dan perhitungan yang cukup realistis. Semoga sharing ini bisa jadi pertimbangan yang baik untuk teman-teman yang mau mudik juga. Tetap jaga jarak dan protokol kesehatan.

Nanti juga aku bakal bikin di youtube ya jangan lupa mampir ke youtubeku LIKE, SUBSCRIBE & SHARE. Channel UMIKULTSUM25 OFFICIAL. Terima Kasih!



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SAAT KITA BERADA PADA TITIK TERENDAH

KERING TEMPE ENAK

TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!