TENTANG JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!
TENTANG
JODOH, JANGAN BAPER BERLEBIHAN!
Bicara
soal jodoh, banyak sekali dari teman-teman bertanya soal ini. Entah lagi galau
karena belum ketemu jodohnya, entah yang takut mengungkapkan perasaan kepada
seseorang yang disukai, dan entah yang takut tentang pasangan yang tidak sesuai
dengan keinginan padahal sudah ada di depan mata. Kalau kamu tim mana
teman-teman?
Jangan
bilang dulu “ah mentang-mentang kamu sudah nikah!”. Jujur aja,
teman-teman kalau bahas tentang jodoh ini, tidak seindah pula yang kalian
bayangkan. Tapi memang, kalau soal galau-galau aku alhamdulillah tidak sampai
yang eksrem gitu. Eitss.. tapi aku juga nggak bilang kalian galau-galau eksrem
loh ya! Ini hanya pikiran aku karena kadang ada juga yang begitu kan? Udah deh
jangan terlalu baper! Eh iya nggak si? Kadang ada yang kasih perhatian dikit
baper, lihat teman-teman yang udah pada nikah baper habiss! Ditambah lagi liat
teman-teman seangkatan yang udah bawa anak saat reuni tambah baper duh!
Belajar
dari pengalaman pribadi, yang bisa aku sharing ke temen-temen “ bahwa
nikah itu harus siap mental lahir dan batin serta secara financial. Jangan katakan
dulu “ kapan aku nikahnya kalau nunggu kaya?”. Gimana kalau
minset seperti itu kita ubah “ kira-kira kalau aku jadi isteri bisa nggak ya
menerima segala kekurangan suamiku nanti. Termasuk, uang belanja, uang jajan bulanan
atau uang kebutuhan sehari-hari, kira-kira aku bakal ngeluh nggak ya? Coba
tanyakan pada hatimu”. Belum lagi soal adaptasi, sama mertua gimana?
Kira-kira bisa nggak ya akur-akur ketika tinggal bersama dan memendam rasa
cemburu ke mertua sendiri?. Aku bukan nakut-nakutin kalian untuk menikah loh
ya, tapi ternyata hal ini penting.
Sekarang
gini, mending kalian belajar dulu tentang pengetahuan begini atau menyelam
sambil belajar (tentu ini lebih berat, bawa perasaan sambil belajar, kalau bisa
diibaratkan lagi sedih-sedihnya, lagi nangis sesegukan disuruh mikir
matematika. Berat nggak tuh?jawab sendiri.) Ini balek lagi ke pilihan kalian. Tapi
kalau aku pribadi, waktu kembali terulang pasti aku berfikir ulang dulu sebelum
menikah. Tapi ya beginilah takdir, nah soal takdir ini iya kalau kita bisa “legowo”
insya allah pasti akan lebih luwes atine tapi kalau kalian belum atau
nggak bisa legowo ya adanya galau-galau kalian sebelum nikah akan tambah galau
lagi setelah menikah.
Berat
ya pembahasannnya? Hhe iya begitulah jika sudah menikah karena yang kita
pikirkan bukan hanya sendiri seperti masa jomblo. Tapi antara keinginan dan
kebutuhan yang ada itu harus mementingkan kebutuhan, menjaga hati pasangan,
memikirkan pemenuhan gizi anak. Dan tentu kalau kalian tinggal bersama keluarga
besar suami, harus lebih legowo lagi.
Oke
teman-teman kita lanjut next episode ya…intinya apa yang ku tulis ini buat
bayangan aja dan biar kita lebih berfikir kedepan. Dan apa yang kurasakan dulu
harapannya, tidak kalian rasakan gitu aja si hhe. Bersambung…
Tanya-tanya
boleh email:
Umikultsum25@gmail.con

Komentar
Posting Komentar